PPM dan pH menentukan hidup-matinya tanaman hidroponik. PPM mengukur kepekatan nutrisi terlarut, sedangkan pH menentukan apakah akar mampu menyerap nutrisi itu. Tiap tanaman punya rentang ideal berbeda: selada butuh larutan jauh lebih encer daripada tomat.

Tabel acuan untuk selada, kangkung, cabai, dan tomat ada di bawah, beserta cara membaca TDS meter dan mengoreksi larutan nutrisi yang tidak sesuai.

Tabel PPM dan pH Nutrisi per Tanaman

Angka berikut adalah kisaran umum yang dipakai praktisi — bukan angka mutlak. Selalu amati respons tanaman dan sesuaikan bertahap.

TanamanPPM (kisaran umum)pH idealCatatan
Selada560–8406,0–7,0Paling sensitif kelebihan nutrisi; mulai dari batas bawah, naikkan perlahan. Cocok untuk benih selada romaine renyah.
Kangkung1.050–1.4005,5–6,5Rakus nutrisi dan toleran — pilihan aman untuk pemula.
Cabai1.260–1.5405,5–6,5Naikkan bertahap saat memasuki fase berbunga/berbuah. Gunakan benih cabai rawit unggul tahan penyakit agar hasil maksimal.
Tomat1.400–3.5005,5–6,5Rentang lebar mengikuti fase tumbuh: rendah saat semai, tinggi saat berbuah.

Cara Membaca TDS Meter dengan Benar

TDS meter sebenarnya mengukur daya hantar listrik larutan, lalu mengonversinya menjadi angka PPM. Cara pakai yang benar:

  1. Aduk nutrisi hingga tercampur rata sebelum mengukur — endapan di dasar tandon membuat bacaan ngaco.
  2. Celupkan probe dan goyang perlahan untuk mengusir gelembung udara, lalu tunggu angka stabil (biasanya 10–30 detik).
  3. Perhatikan suhu. Daya hantar berubah mengikuti suhu; gunakan meter berfitur ATC (automatic temperature compensation) bila memungkinkan.
  4. Kalibrasi berkala dengan larutan standar kalibrasi — probe yang drift menghasilkan keputusan yang salah.

Konversi EC ke PPM: Kenali Faktor Meter Anda

Ini sumber kebingungan paling umum. Sebagian TDS meter memakai faktor konversi 0,5 (1,0 mS/cm = 500 ppm), sebagian 0,7 (1,0 mS/cm = 700 ppm). Dua meter bisa menunjukkan angka berbeda untuk larutan yang sama persis — dan keduanya benar menurut faktornya masing-masing.

EC (mS/cm)PPM (faktor 0,5)PPM (faktor 0,7)
0,8400560
1,0500700
1,57501.050
2,01.0001.400

Karena itu, saat membandingkan angka dengan tabel atau sesama petani, selalu tanyakan: pakai EC atau PPM, dan faktor berapa? Cara paling aman adalah berpatokan pada EC.

Cara Menaikkan dan Menurunkan PPM

  • Menaikkan PPM: tambahkan nutrisi pekat sedikit demi sedikit — misalnya nutrisi hidroponik AB Mix sayuran daun — aduk rata, lalu ukur ulang. Jangan menuang banyak sekaligus; kelebihan nutrisi lebih sulit dikoreksi.
  • Menurunkan PPM: tambahkan air baku. Perhatikan PPM air baku Anda: idealnya di bawah 150 ppm. Jika air baku sudah 300 ppm ke atas, pertimbangkan filter atau air RO agar punya "ruang" untuk nutrisi.

Mengoreksi pH: pH Up dan pH Down

Nutrisi hanya terserap optimal dalam rentang pH tabel di atas. Di luar itu, unsur tertentu "terkunci" dan tanaman menunjukkan gejala defisiensi meski PPM-nya cukup.

  • pH terlalu tinggi (basa): turunkan dengan larutan pH down (umumnya berbasis asam fosfat) yang diteteskan sedikit demi sedikit.
  • pH terlalu rendah (asam): naikkan dengan pH up; untuk koreksi darurat skala kecil, baking soda (sodium bikarbonat) dalam dosis sangat kecil bisa dipakai, lalu ukur ulang.
  • Aturan emas: koreksi sedikit, aduk, tunggu 15 menit, ukur ulang. Jangan mengejar angka sempurna dalam sekali tuang.

Tanda Visual Kekurangan vs Kelebihan Nutrisi

  • Kekurangan nutrisi (PPM terlalu rendah): daun pucat menguning mulai dari daun tua, pertumbuhan lambat, batang kurus.
  • Kelebihan nutrisi (PPM terlalu tinggi): tepi daun gosong kecokelatan (tip burn), daun melengkung ke bawah, muncul kerak garam putih di media atau dinding tandon.
  • pH tidak sesuai: gejala mirip kekurangan nutrisi meski PPM sudah benar — daun menguning padahal nutrisi cukup adalah petunjuk klasik pH terkunci.
Tips praktisi: ukur PPM dan pH setiap pagi sebelum matahari tinggi, dan catat angkanya. Pola selama tujuh hari memberi tahu jauh lebih banyak daripada satu kali pengukuran — Anda akan tahu kapan tanaman "minum" lebih banyak dan kapan nutrisi perlu ditambah.

FAQ

Kenapa TDS meter saya menunjukkan angka berbeda dengan milik teman untuk larutan yang sama?
Karena faktor konversi EC ke PPM berbeda (0,5 vs 0,7). Bandingkan dalam satuan EC (mS/cm) agar setara, atau samakan faktor konversinya.

Berapa PPM air baku yang masih aman dipakai?
Idealnya di bawah 150 ppm. Di atas 300 ppm, mineral bawaan air sudah memakan "jatah" nutrisi — pertimbangkan filter atau air RO.

Apakah pH harus dikoreksi setiap hari?
Cek setiap hari, koreksi hanya bila keluar dari rentang ideal. Fluktuasi kecil masih wajar; yang berbahaya adalah pH yang melenceng jauh dan dibiarkan.

Bolehkah memakai pupuk NPK biasa untuk hidroponik?
Tidak disarankan. Pupuk NPK kebun tidak diformulasikan untuk larutan air dan miskin unsur mikro. Gunakan nutrisi khusus hidroponik seperti AB mix yang komposisinya sudah disesuaikan.

Kesimpulannya, PPM dan pH bukan angka mistis — keduanya bisa diukur, dicatat, dan dikoreksi dengan alat sederhana. Kuasai tabel acuan di atas, kenali faktor konversi meter Anda, dan tanaman akan memberi tahu sisanya lewat daunnya. Butuh pendampingan memilih nutrisi dan sistem yang tepat? Hubungi tim kami melalui konsultasi agribisnis dan instalasi smart farming.